Thursday, August 11, 2016

Gak Perlu Kartu-Kartuan, Habibie Persilakan Pasien Miskin Berobat Gratis di RS Ginjalnya


Presiden ke-3 RI BJ Habibie meresmikan gedung baru Rumah Sakit Khusus Ginjal (RSKG) Ny RA Habibie, Senin (8/8). Menurut Habibie, pasien miskin yang datang ke rumah sakitnya bisa berobat gratis.

"Kalau memang tidak mampu membiayai, dia dapat (berobat) dengan cuma-cuma. Ya, memang persyaratan gitu. Itu persyaratan dari ibu saya dan yang meneruskan adik kandung saya," ujar Habibie kepada wartawan, Senin (8/8).

Menurut Habibie, masyarakat yang tak punya apa-apa silakan datang dan diperiksa.‬ Harapannya, RS Ginjal tersebut bisa benar-benar membantu sumber daya manusia Indonesia agar kesehatannya baik. "Dan bisa benar-benar bekerja produktif dan jadi unggul," katanya.‬

Habibie menjelaskan, sebenarnya yang mahal dalam proses cuci darah adalah cairannya. RS Ny RA Habibie sudah memiliki teknologi untuk membuat cairan sendiri. Bahkan, pihaknya sudah membantu beberapa kabupaten yang secara statistik di daerah tersebut banyak menderita gagal ginjal.

"Dikasih mesinnya cuma-cuma dan dikasih cairannya, tapi datang ke sini, diambil," katanya.

 Bahkan, dia mengatakan kalau ada petugas di daerah yang harus dididik, rumah sakitnya siap memberikan pelatihan. "Kita didik di sini‬. Kalau antar (cairannya--Red), kita enggak kuat," katanya.

RS Ginjal ini, Habibie mengatakan, ada dua yang besar, yakni di Bandung dan Batam. Sekarang, yang ketiga masih dalam proses pembuatan dengan mengambil lokasi di Gorontalo. "Ada juga untuk mata, di Bogor. Kita bantu keluarga di Indonesia sebagai mata air," katanya.
Habibie mengatakan, dia ingin menyumbangkan karya nyata untuk pembangunan bangsanya. Menurut dia, semua orang pun harus berusaha menjadi mata air. "Kalau setiap keluarga jadi mata air, Indonesia akan semakin tenteram," katanya.

Habibie mengatakan jangan menyerahkan semua persoalan kepada pemerintah. Sebab, masyarakat justru bisa lebih kuat jika saling membantu.
Dalam acara peresmian rumah sakit tersebut, selain dihibur musisi Cakra Khan dan hidangan lezat satai maranggi, acara seremonial juga ditandai dengan pemotongan tumpeng. Habibie memberikan potongan tumpengnya kepada Bupati Purwakarta yang juga Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi. 

‪Habibie beberapa kali mengucapkan terima kasih kepada Dedi yang sudah berkontribusi pada keberadaan rumah sakit khusus tersebut. Habibie juga memuji Dedi yang bisa menyinergikan antara agama, budaya, dan iptek dalam membangun Purwakarta.‬ ‪"Saya mengucapkan terima kasih pada Pak Bupati yang sejauh ini sudah banyak berkontribusi dan bersinergi untuk kebaikan negeri ini," katanya.‬

RSKG Ny RA Habibie, merupakan rumah sakit khusus tipe C dengan pelayanan hemodialisis yang dilengkapi 60 mesin. Rumah sakit berkapasitas 360 pasien ini melayani peserta BPJS sekitar 97 persen. Seusai peresmian gedung baru ini, RSKG Ny RA Habibie akan mampu mengoperasikan 100 mesin dengan kapasitas 600 pasien.

sumber:http://www.mediapribumi.com/2016/08/dermawan-habibie-persilakan-pasien.html

Wednesday, August 10, 2016

Guru SMKN 2 Ini Dianiaya Orang Tua Siswa


Dahrul (45), Seorang guru di Sekolah Menengah KejuruanNegeri (SMKN) 2, Jl. Pancasila, Kel. Mannuruki, Kec. Tamalate menjadi korban penganiayaan pada Rabu (10/8/2016) sekira pukul 10.30 Wita. Pelakunya adalah orang tua siswa.
Dari informasi yang berhasil dihimpun Gosulsel.com kejadian ini bermula saat guru ini menegur dalah seorang siswa bernama Muh. Alip lantaran siswanya tersebut tidak membawa tugas yang telah diberikan kepadanya. Namun saat ditegur siswa yang bersangkutan langsung mengucapkan kata-kata yang tidak sopan sehingga Dahrul dengan spontan menampar Muh. Alip.
Mendapat tamparan dari sang Guru, Muh. Alip lalu menelpon orang tuanya, Adnan Achmad (38) dan melaporkan kejadian yang dilakukan oleh gurunya tersebut kepada orangtuanya.
Adnan Achamad kemudian mendatangi guru tersebut dan langsung memukulnya, akibatnya sang guru menderita luka pada bagian hidung dan pelipis kiri. Pasca dihadiahi bogem mentah oleh orang tua siswa, Dahrul lalu melaporkan kejadian ini ke Polsek Tamalate.
Kapolsek Tamalate, Kompol Aziz Yunus membenarkan perihal laporan tersebut. Menurutnya laporan tersebut telah diterimanya dan akan segera melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.
“Sedang diselidiki, korban juga sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk divisum,” tambah Aziz.(*)

sumber:http://gosulsel.com/news/10/08/2016/guru-smkn-2-ini-dianiaya-orang-tua-siswa/

Tuesday, August 9, 2016

Menggetarkan, Ratusan Siswa SD Salat Duha Setiap Hari di Lapangan


Baris-baris Surat Alkafirun masih sempat terdengar dari lisan Imam Ghozi Faisal Ma'syum. Siswa kelas 5 SD Juara Semarang itu seperti tak merasakan sengatan matahari. Dengan khusyuk ia menjadi imam salat duha di sekolahnya. 

Sementara itu sekitar 120-an siswa lain, mulai kelas satu hingga kelas enam, seakan larut dalam bacaan salat sang Imam. Hebatnya, salat duha digelar di lapangan terbuka yang panas. 

Sekolah Juara adalah sekolah gratis swasta yang diperuntukkan bagi warga miskin di Semarang, Jawa Tengah. Biasanya mereka menggelar salat duha di musala sebagai pembuka kegiatan belajar. 
Namun mulai tahun ajaran 2016/2017 ini sekolah itu tak lagi memiliki musala sehingga harus menggelar salat duha di lapangan. Gedung sekolah yang berada di Jalan Pucung, Kelurahan Plamongansari, Kecamatan Pedurungan ini masih berstatus kontrak.

Kepala Sekolah SD Juara, Zainal Abidin menjelaskan, bahwa sejak berada di tempat kontrak yang lama, para siswa memang sudah dibiasakan salat duha sebagai pembuka kegiatan. Sesudah salat duha dilanjutkan dengan setoran bacaan Alquran.

"Sarapan fisik mungkin sudah disiapkan di rumah. Kami melengkapi dengan sarapan rohani," kata Zainal Abidin kepada Liputan6.com, Senin (8/8/2016).

Menurut Zainal, SD Juara merupakan sekolah inklusif gratis yang dikembangkan non-pemerintah. Di sekolah itu berbagai karakter siswa diakomodasi sesuai dengan kecerdasannya. 

"Yang cerdas visual kita wadahi, cerdas musikal, cerdas akademis, cerdas natural dan lainnya, semua kita fasilitasi. Meski seadanya," tutur Zainal.

Imam Ghozy yang kebetulan mendapat giliran sebagai imam salat duha menyebutkan, bahwa kegiatan salat itu sekarang sudah berjalan otomatis. Tanpa perintah guru, para siswa berinisiatif menyiapkan tempat salat. Terpal digelar, sajadah dihampar. 

Sebagian siswa mendapat giliran piket selesai membersihkan halaman. Para siswa ini tak pernah kedengaran mengeluh panasnya terpaan matahari.

"Sudah biasa. Di rumah juga biasa sumuk (gerah)," ujar Imam Ghozy.


mam Ghozy kemudian membandingkan gedung barunya dengan gedung lamanya. Meski sama-sama berstatus kontrak, namun gedung lama memiliki musala besar, mampu menampung 150-an jemaah anak-anak.

"Di sana kami nggak repot menggelar terpal dan sajadah. Kan ada musala," tutur Imam Ghozy.

Meski sekolah ini gratis, siswanya selalu mendapat paket peralatan sekolah, seragam gratis, bahkan makan siang gratis. Namun secara prestasi akademis maupun lainnya cukup mumpuni. Puluhan tropi dipajang di lemari ruang guru dan kepala sekolah. 

Meski demikian, Zainal Abidin dan guru-guru pengasuhnya tetap mengajarkan kerendahan hati. Dewi, Learning Support di SD Juara, menyebutkan, tujuan utama pendidikan bukan sekadar mengejar prestasi akademis. Namun membentuk akhlak dan karakter peserta didik.

"Anak-anak terbiasa dengan salat dan ngaji. Semoga bisa terbawa sampai dewasa. Perubahan sosial bisa menjadi lebih baik ke depannya. Ini hanya bagian kecil saja dari belantara keanekaragaman metode pendidikan," ujar Dewi.

Salah satu karakter yang ditanamkan adalah kemandirian. Mengingat para siswanya dari kaum miskin. Pembelajaran kemandirian itu dibuktikan dengan tak pernah mengedarkan proposal meminta sumbangan. Proposal dibuat jika ada donatur yang hendak memberi sumbangan dan meminta dibuatkan proposal.
Sumber:http://m.liputan6.com/regional/read/2571873/menggetarkan-ratusan-siswa-sd-salat-duha-setiap-hari-di-lapangan